Minggu, 13 Oktober 2013
Sosok Anglingdharma, raja Malawapati yang sakti mandraguna, hingga kini masih perlu ditelusuri apakah sekadar legenda ataukah benar-benar ada. Perpaduan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat dan penelitian pakar dari Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, paling tidak, bisa dijadikan referensi untuk mengurainya. Rencananya, jejak petilasan Anglingdharma di Bojonegoro akan dikembangkan menjadi obyek wisata sejarah dan budaya. Kini di lokasi situs Mlawatan, Desa Wotan Ngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, sudah dibangun sebuah joglo berukuran 8 meter persegi dan gapura masuk ke lokasi. Pembangunan joglo dan gapura senilai Rp 200 juta didanai dari APBD Bojonegoro 2009. Pada tahun anggaran 2010 di sekitar joglo akan dibuat pagar keliling dengan biaya sekitar Rp 300 juta. Petilasan Berdasarkan hasil kajian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, hampir dipastikan situs Mlawatan ada kaitannya dengan Kerajaan Malawapati. Namun, perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah lokasi situs Mlawatan merupakan pusat kerajaan Malawapati, benteng pertahanan atau tempat tinggal pembesar kerajaan. Hasil penelitian sementara, situs Mlawatan merupakan petilasan Kerajaan Malawapati. Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bojonegoro Saptatik menjelaskan, berdasarkan fakta lapangan, ditemukan sejumlah tempat dan nama di Bojonegoro yang juga ada dalam referensi naskah kuno Serat Anglingdharma. Tim Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta yang terdiri dari Sukari, Suyami, dan Hery Istiyawan telah meneliti legenda Kerajaan Malawapati mengambil referensi naskah kuno Serat Anglingdharma. Beberapa kali mereka turun ke lokasi dan mewawancarai sejumlah tokoh masyarakat yang mengenal perjalanan sejarah situs Mlawatan. Di lokasi yang dianggap petilasan Anglingdharma, ada nama, istilah, atau sebutan sama dengan yang ada dalam Serat Anglingdharma. Istilah Dusun Budak, Tanah Tibong (tempat istri Anglingdharma membakar diri), Kedungandu, dan sebutan Demang Klingsir atau orang yang pekerjaannya menangkap dan memelihara burung sampai kini masih ada. Laporam tim juga menyebutkan adanya lemah mbag (tanah gembur memanjang) dan Punden Besalen. Di Punden Besalen di lokasi situs Mlawatan selama ini menjadi ajang perburuan orang mencari pusaka. Warga setempat banyak menemukan benda pusaka yang diperkirakan peninggalan masa raja Anglingdharma. Punden Besalen diyakini warga merupakan tempat pembuatan pusaka di zaman Malawapati. Lemah mbag dipercaya merupakan tempat pengamanan istana kerajaan. Tim dari Yogyakarta juga mengambil foto benda pusaka dan batu bata yang diperkirakan peninggalan zaman Kerajaan Malawapati. Samudi (35), warga Wotan Ngare, menuturkan, di sekitar lokasi lemah mbag, yang berdekatan dengan bangunan joglo yang kini dibangun banyak warga menemukan kepingan benda seperti guci dan keramik kuno. Namun, oleh warga dibiarkan saja karena sudah pecah-pecah. Selain itu, ada warga yang sering menemukan pusaka berupa keris. Warga lainnya, Sampan (70), menuturkan lemah mbag dulu bila diinjak bergerak karena itu disebut tanah gembur. Dulu bila musim hujan tanah mbag tidak bisa dilewati atau kaki bisa ambles. "Pokoknya kalau sini diinjak yang sana gerak," katanya menunjuk lokasi lemah mbag yang membentang sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 400 meter.
Jumat, 16 Agustus 2013
sejarah nyai angeng ngerang
Nyai Ageng Ngerang adalah Waliyullah dan Ulama wanita yang menyebarkan agama islam di wilayah Juwana Pati,Muria dan daerah Lereng Pegunungan Kendeng dan dimakamkan di Pedukuhan Ngerang Desa Tambakromo Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati Jawa Tengah Makamnya dari kota Pati ke arah Selatan sekitar 18 km.Nyai Ageng Ngerang nama kecilnya bernama Dewi Roro Kasihan [1] dan nama lainnya yakni Nyai Siti Rohmah.Beliau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan dan gelar Nyai Ageng Ngerang karena bersuamikan Ki Ageng Ngerang I yang mempunyai wilayah kekuasaan di Ngerang Juwana.Nyai Ageng Ngerang merupakan salahsatu keturunan Bangsawan Kerajaan Majapahit,Prabu Kertabumi (Brawijaya V) dan mempunyai nasab sampai dengan Nabi Muhammad SAW generasi ke 25 dari keluarga Bani Allawi Hadramaut.Nyai Ageng Ngerang seorang waliyullah yang mumpuni dan diberi karomah Allah SWT yang luarbiasa.Karomah dan Berkahnya sampai sekarang masih dirasakan oleh masyarakat Pati Selatan dan Para Peziarah makam Waliyullah Nyai Ageng Ngerang.Nyai Ageng Ngerang merupakan Leluhur atau Pepunden Pati,Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.Nyai Ageng Ngerang diperkirakan hidup pada abad ke XV,masa hidup beliau sangat panjang.Menurut beberapa catatan Babat Tanah Jawi,Serat Centhini dan berbagai sumber buku dan juga dari Keraton Surakarta Hadiningrat berikut silsilah Nyai Ageng Ngerang :
- Nama Asli Beliau:Dewi Roro Kasihan
- Nama lain Beliau:Nyai Siti Rohmah
- Nama Populer dimasyarakat:Nyai Ageng Ngerang
- Gelar:Waliyullah Nyai Ageng Ngerang
- Suami Beliau: Ki Ageng Ngerang I,Salahsatu Putra Sunan Maulana Malik ibrahim al magribi
- Ayah Beliau:Raden Bondan Kejawan atau Aryo Lembu Peteng atau Ki Ageng Tarub II.
- Ibu Beliau :Dewi Retno Nawangsih
- Kakek Nenek: Prabu kertabumi Brawijaya V dan Putri Wandan kuning
- Kakek nenek:Ki Ageng Tarub atau Joko Tarub dan Dewi Nawang Wulan,seorang bidadari kahyangan.
- Saudara Kandung: Ki Ageng Wonosobo dan Ki ageng Getas Pendowo
- Keturunan Nyai Ageng Ngerang sebagai berikut:
- 1.Nyi Ageng Ngerang II atau Nyi ageng Selo II
- 2.Ki Ageng Ngerang II Putra Nyai Ageng Ngerang ini mempunyai putra yakni;Ki ageng Ngerang III,Ki Ageng Ngerang IV dan Pangeran Kalijenar.
- 2.1 Ki Ageng Ngerang III Ki Ageng Ngerang III menikah dengan Raden Ayu Panengah atau Nyi Ageng Ngerang III[3] salahsatu putri Sunan Kalijaga.dan mempunyai Putra yang bernama Ki Ageng Penjawi yang juga disebut Ki Ageng Pati kaena mendapat hadiah dari Raja Pajang yakni tanah Perdikan yang sudah berbentuk wilayah yang sudah ramai.
- 2.2 Ki Ageng Penjawi[4] mempunyai Putra yakni Waskita Jawi yang menjadi permaisuri Panembahan Senopati Sutawijaya yang bergelar Ratu Mas.dan yang satu lagi bernama Wasis JoyoKusumo yang bergelar Adipati Pragola Pati.
- 2.2.19 Sunan Pakubuwono XIII dan Sultan Hamengkubuwono X adalah Keturunan Nyai Ageng Ngerang generasi ke 19.
sejarah syeh jangkung
MAKAM SARIDIN SANG SYEH JANGKUNG DAN SEJARAH KEHIDUPANNYA
Makam Saridin atau terkenal dengan nama Syeh Jangkung konon merupakan salah seorang murid Sunan Kalijaga (Wali Songo).
Lokasi : Makam tersebut terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen.
Jarak dari kota Pati kira-kira 17 Km kearah selatan menuju Kabupaten
Grobogan. Makam ini banyak dikunjungi orang setiap hari Jumat Kliwon dan
Jumat Legi. Upacara khol dilaksanakan setiap 1 tahun sekali yaitu pada
bulan Rajab tanggal 14-15 dalam rangka penggantian kelambu makam.
Fasilitas : Bangunan Pendopo dan bangunan mesjid.
Makam ini ramai dikunjingi wisatawan, lebih-lebih hari Jum at Pahing, penunjung dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura.
Mengenai Upacara Khol dilaksanakan setiap tanggal : 14 – 15 bulan Rajab dengan acara : – Upacara Ganti Selambu
Pasar Malam – Pengajian
Sejarah :
Menurut cerita Saridin (Syech Jangkung) dilahirkan di Desa Landoh Kiringan Tayu.Setelah dewasa beliau berkelana di daerah-daerah Pulau Jawa bahkan sampai di Sumatera untuk menyebarkan Agama Islam. Waktu masih hidup beliau wasiat apabila wafat agar dimakamkan di Desa Landoh,Kayen.
Dikomplek Makam Saridin ada beberapa makam :
a. Makam bakul legen yaitu Prayoguna dan Bakirah.
b. Makam isteri-isterinya yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum.
Fasilitas : Bangunan Pendopo dan bangunan mesjid.
Makam ini ramai dikunjingi wisatawan, lebih-lebih hari Jum at Pahing, penunjung dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura.
Mengenai Upacara Khol dilaksanakan setiap tanggal : 14 – 15 bulan Rajab dengan acara : – Upacara Ganti Selambu
Pasar Malam – Pengajian
Sejarah :
Menurut cerita Saridin (Syech Jangkung) dilahirkan di Desa Landoh Kiringan Tayu.Setelah dewasa beliau berkelana di daerah-daerah Pulau Jawa bahkan sampai di Sumatera untuk menyebarkan Agama Islam. Waktu masih hidup beliau wasiat apabila wafat agar dimakamkan di Desa Landoh,Kayen.
Dikomplek Makam Saridin ada beberapa makam :
a. Makam bakul legen yaitu Prayoguna dan Bakirah.
b. Makam isteri-isterinya yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum.
Syeh Jangkung ketika Kecil Sangat Nakal
SIAPA sebenarnya Saridin itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, warga Pati dan sekitarnya mungkin bisa membaca buku Babad Tanah Jawa yang hidup sekitar awal abad ke-16. Sebab, menurut cerita tutur tinular yang hingga sekarang masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat setempat, dia disebut-sebut putra salah seorang Wali Sanga, yaitu Sunan Muria dari istri bernama Dewi Samaran.
Siapa wanita itu dan mengapa seorang bayi laki-laki bernama Saridin harus dilarung ke kali? Konon cerita tutur tinular itulah yang akhirnya menjadi pakem dan diangkat dalam cerita terpopuler grup ketoprak di Pati, Sri Kencono. Cerita babad itu menyebutkan, bayi tersebut memang bukan darah daging Sang Sunan dengan istrinya, Dewi Samaran.
SIAPA sebenarnya Saridin itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, warga Pati dan sekitarnya mungkin bisa membaca buku Babad Tanah Jawa yang hidup sekitar awal abad ke-16. Sebab, menurut cerita tutur tinular yang hingga sekarang masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat setempat, dia disebut-sebut putra salah seorang Wali Sanga, yaitu Sunan Muria dari istri bernama Dewi Samaran.
Siapa wanita itu dan mengapa seorang bayi laki-laki bernama Saridin harus dilarung ke kali? Konon cerita tutur tinular itulah yang akhirnya menjadi pakem dan diangkat dalam cerita terpopuler grup ketoprak di Pati, Sri Kencono. Cerita babad itu menyebutkan, bayi tersebut memang bukan darah daging Sang Sunan dengan istrinya, Dewi Samaran.
Terlepas sejauh mana kebenaran cerita itu, dalam waktu perjalanan cukup panjang muncul tokoh Branjung di Desa Miyono yang
menyelamatkan dan merawat bayi Saridin hingga beranjak dewasa dan
mengakuinya sebagai saudaranya. Cerita pun merebak. Ketika masa mudanya,
Saridin memang suka hidup mblayang (berpetualang) sampai bertemu dengan
Syeh Malaya yang dia akui sebagai guru sejati.
Syeh Malaya itu tak lain adalah Sunan Kalijaga. Kembali ke Miyono,
Saridin disebutkan telah menikah dengan seorang wanita yang hingga
sekarang masyarakat lebih mengenal sebutan ”Mbokne (ibunya) Momok” dan
dari hasil perkawinan tersebut lahir seorang anak laki-laki yang diberi
nama Momok.
Sampai
pada suatu ketika antara Saridin dan Branjung harus bagi waris atas
satu-satunya pohon durian yang tumbuh dan sedang berbuah lebat. Bagi
waris tersebut menghasilkan kesepakatan, Saridin berhak mendapatkan buah
durian yang jatuh pada malam hari, dan Branjung dapat buah durian yang
jatuh pada siang hari.
Kiasan
Semua
itu jika dicermati hanyalah sebuah kiasan karena cerita tutur tinular
itu pun melebar pada satu muara tentang ketidakjujuran Branjung terhadap
ibunya Momok. Sebab, pada suatu malam Saridin memergoki sosok bayangan
seekor macan sedang makan durian yang jatuh.
Dengan
sigap, sosok bayangan itu berhasil dilumpuhkan menggunakan tombak. Akan
tetapi, setelah tubuh binatang buas itu tergolek dalam keadaan tak
bernyawa, berubah wujud menjadi sosok tubuh seseorang yang tak lain
adalah Branjung.
Untuk
menghindari cerita tutur tinular agar tidak vulgar, yang disebut pohon
durian satu batang atau duren sauwit yang menjadi nama salah satu desa
di Kecamatan Kayen, Durensawit, sebenarnya adalah ibunya Momok, tetapi oleh Branjung justru dijahili.
Terbunuhnya
Branjung membuat Saridin berurusan dengan penguasa Kadipaten Pati.
Adipati Pati waktu itu adalah Wasis Joyo Kusumo yang harus memberlakukan
penegakan hukum dengan keputusan menghukum Saridin karena dinyatakan
terbukti bersalah telah membunuh Branjung.
Meskipun
dalam pembelaan Saridin berulang kali menegaskan, yang dibunuh bukan
seorang manusia tetapi seekor macan, fakta yang terungkap membuktikan
bahwa yang meninggal adalah Branjung akibat ditombak Saridin.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dia harus menjalani hukuman yang telah diputuskan oleh penguasa Pati.
Pulang
Sebagai
murid Sunan Kalijaga yang tentu mempunyai kelebihan dan didorong rasa
tak bersalah, kepada penguasa Pati dia menyatakan telah punya istri dan
anak. Karena itu, dia ingin pulang untuk menengok mereka.
Ulahnya Menjengkelkan Sunan Kalijaga
ONTRAN – ontran Saridin di perguruan Kudus tidak hanya menjengkelkan para santri yang merasa diri senior, tetapi juga merepotkan Sunan Kudus. Sebagai murid baru dalam bidang agama, orang Miyono itu lebih pintar ketimbang para santri lain.
ONTRAN – ontran Saridin di perguruan Kudus tidak hanya menjengkelkan para santri yang merasa diri senior, tetapi juga merepotkan Sunan Kudus. Sebagai murid baru dalam bidang agama, orang Miyono itu lebih pintar ketimbang para santri lain.
Belum
lagi soal kemampuan dalam ilmu kasepuhan. Hal itu membuat dia harus
menghadapi persoalan tersendiri di perguruan tersebut. Dan itulah dia
tunjukkan ketika beradu argumentasi dengan sang guru soal air dan ikan.
Untuk
menguji kewaskitaan Saridin, Sunan Kudus bertanya, “Apakah setiap air
pasti ada ikannya?” Saridin dengan ringan menjawab, “Ada, Kanjeng
Sunan.”
Mendengar
jawaban itu, sang guru memerintah seorang murid memetik buah kelapa
dari pohon di halaman. Buah kelapa itu dipecah. Ternyata kebenaran
jawaban Saridin terbukti. Dalam buah kelapa itu memang ada sejumlah
ikan. Karena itulah Sunan Kudus atau Djafar Sodiq sebagai guru tersenyum
simpul.
Akan
tetapi murid lain menganggap Saridin lancang dan pamer kepintaran.
Karena itu lain hari, ketika bertugas mengisi bak mandi dan tempat wudu,
para santri mengerjai dia. Para santri mempergunakan semua ember untuk
mengambil air.
Saridin
tidak enak hati. Karena ketika para santri yang mendapat giliran
mengisi bak air, termasuk dia, sibuk bertugas, dia menganggur karena tak
kebagian ember. Dia meminjam ember kepada seorang santri.
Namun
apa jawab santri itu? ”Kalau mau bekerja, itu kan ada keranjang.” Dasar
Saridin. Keranjang itu dia ambil untuk mengangkut air. Dalam waktu
sekejap bak mandi dan tempat wudu itu penuh air. Santri lain pun hanya
bengong.
Dalam WC
Cerita
soal kejadian itu dalam sekejap sudah diterima Sunan Kudus. Demi
menjaga kewibawaan dan keberlangsungan belajar para santri, sang guru
menganggap dia salah. Dia pun sepantasnya dihukum.
Sunan
Kudus pun meminta Saridin meninggalkan perguruan Kudus dan tak boleh
lagi menginjakkan kaki di bumi Kudus. Vonis itu membuat Saridin kembali
berulah. Dia unjuk kebolehan.
Tak
tanggung-tanggung, dia masuk ke lubang WC dan berdiam diri di atas
tumpukan ninja. Pagi-pagi ketika ada seorang wanita di lingkungan
perguruan buang hajat, Saridin berulah. Dia memainkan bunga kantil, yang
dia bawa masuk ke lubang WC, ke bagian paling pribadi wanita itu.
Karena
terkejut, perempuan itu menjerit. Jeritan itu hingga menggegerkan
perguruan. Setelah sumber permasalahan dicari, ternyata itu ulah
Saridin. Begitu keluar dari lubang WC, dia dikeroyok para santri yang
tak menyukainya. Dia berupaya menyelamatkan diri. Namun para santri
menguber ke mana pun dia bersembunyi.
Lagi-lagi dia menjadi buronan. Selagi berkeluh kesah, menyesali diri, dia bertemu kembali dengan sang guru sejati, Syekh Malaya.
Sang
guru menyatakan Saridin terlalu jumawa dan pamer kelebihan. Untuk
menebus kesalahan dan membersihkan diri dari sifat itu, dia harus
bertapa mengambang atau mengapung) di Laut Jawa.
Padahal,
dia tak bisa berenang. Syekh Malaya pun berlaku bijak. Dua buah kelapa
dia ikat sebagai alat bantu untuk menopang tubuh Saridin agar tak
tenggelam.
Dalam
cerita tutur-tinular disebutkan, setelah berhari-hari bertapa di laut
dan hanyut terbawa ombak akhirnya dia terdampar di Palembang. Cerita
tidak berhenti di situ. Karena, dalam petualangan berikutnya, Saridin
disebut-sebut sampai ke Timur Tengah.
Lulang Kebo Landoh Tak Tembus Senjata
ATAS jasanya menumpas agul-agul siluman Alas Roban, Saridin mendapat hadiah dari penguasa Mataram, Sultan Agung, untuk mempersunting kakak perempuannya, Retno Jinoli.
ATAS jasanya menumpas agul-agul siluman Alas Roban, Saridin mendapat hadiah dari penguasa Mataram, Sultan Agung, untuk mempersunting kakak perempuannya, Retno Jinoli.
Akan
tetapi, wanita itu menyandang derita sebagai bahu lawean. Maksudnya,
lelaki yang menjadikannya sebagai istri setelah berhubungan badan pasti
meninggal.
Dia
harus berhadapan dengan siluman ular Alas Roban yang merasuk ke dalam
diri Retno Jinoli. Wanita trah Keraton Mataram itu resmi menjadi istri
sah Saridin dan diboyong ke Miyono berkumpul dengan ibunya, Momok.
Saridin membuka perguruan di Miyono yang
dalam waktu relatif singkat tersebar luas sampai di Kudus dan
sekitarnya. Kendati demikian, Saridin bersama anak lelakinya, Momok,
beserta murid-muridnya, tetap bercocok tanam.
Sebagai
tenaga bantu untuk membajak sawah, Momok minta dibelikan seekor kerbau
milik seorang warga Dukuh Landoh. Meski kerbau itu boleh dibilang tidak
lagi muda umurnya, tenaganya sangat diperlukan sehingga hampir tak
pernah berhenti dipekerjakan di sawah.
Mungkin
karena terlalu diforsir tenaganya, suatu hari kerbau itu jatuh
tersungkur dan orang-orang yang melihatnya menganggap hewan piaraan itu
sudah mati. Namun saat dirawat Saridin, kerbau itu bugar kembali seperti
sedia kala.
Membagi
Dalam
peristiwa tersebut, masalah bangkit dan tegarnya kembali kerbau Landoh
yang sudah mati itu konon karena Saridin telah memberikan sebagian
umurnya kepada binatang tersebut. Dengan demikian, bila suatu saat
Saridin yang bergelar Syeh Jangkung meninggal, kerbau itu juga mati.
Hingga
usia Saridin uzur, kerbau itu masih tetap kuat untuk membajak di sawah.
Ketika Syeh Jangkung dipanggil menghadap Yang Kuasa, kerbau tersebut
harus disembelih. Yang aneh, meski sudah dapat dirobohkan dan pisau
tajam digunakan menggorok lehernya, ternyata tidak mempan.
Bahkan,
kerbau itu bisa kembali berdiri. Kejadian aneh itu membuat Momok
memberikan senjata peninggalan Branjung. Dengan senjata itu, leher
kerbau itu bisa dipotong, kemudian dagingnya diberikan kepada para
pelayat.
Kebiasan membagi-bagi daging kerbau kepada para pelayat untuk daerah Pati selatan, termasuk Kayen,
dan sekitarnya hingga 1970 memang masih terjadi. Lama-kelamaan
kebiasaan keluarga orang yang meninggal dengan menyembelih kerbau
hilang.
Kembali
ke kerbau Landoh yang telah disembelih saat Syeh Jangkung meninggal.
Lulang (kulit) binatang itu dibagi-bagikan pula kepada warga. Entah
siapa yang mulai meyakini, kulit kerbau itu tidak dimasak tapi disimpan
sebagai piandel.
Barangsiapa
memiliki lulang kerbau Landoh, konon orang tersebut tidak mempan
dibacok senjata tajam. Jika kulit kerbau itu masih lengkap dengan
bulunya. Keyakinan itu barangkali timbul bermula ketika kerbau Landoh
disembelih, ternyata tidak bisa putus lehernya.
Eksotisme Sejarah, Candi Miyono Kayen
Penemuan situs kayen sendiri
sebenarnya mulai rame di bicarakan saat penelitian Arkeologi Situs Kayen
yang dilaksanakan dari tanggal 12 – 18 September 2011 di Dusun Buloh, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati yang Secara astronomis terletak antara 111° 00’ 17,0” Bujur Timur dan 06° 54’ 11.8” Lintang Selatan.
Dinamakan candi Miyono karena terletak di dekat makam Mbah Miyono, salah seorang Petinggi (Kades) Desa Kayen pada saat itu.
Monggo kalau ada teman-teman yang mau menambahkan sedikit cerita dari candi tersebut.
sejarah sukolilo
Jeneng desa Sukolilo kecamatan Sukolilo
Kabupaten Pati, ana gegayutane karo legenda Ki Ageng Giring lan Ki Ageng
Pemanahan. Ceritane nalika kuwi Ki Ageng Pemanahan lagi goleki kakang
seperguruane yaiku Ki Ageng Giring sing manggon ana ing Dukuh Garengan
Wonokusuma. Nanging dina iku Ki Ageng Pemanahan kurang beja, merga Ki
Ageng Pemanahan ora langsung ketemu karo Ki Ageng Giring ning omahe
merga nembe wae macul ning tegalan. Nalika kuwi Ki Ageng Pemanahan
ditemoni karo Nyai Ageng Giring.
Nyai Ageng Giring gumun merga wis suwe
ora pethuk karo Ki Ageng Pemanahan, dhewekke sok-sok ora percaya, kok
kadingaren Ki Ageng Pemanahan dolan nyang omahe.
Ki Ageng Pemanahan uwis suwe ra ketemu, merga kuwi dhewekke ora bakal bali yen durung pethuk karo kakang seperguruane.
Ndilalah dina kuwi Nyai Ageng ora duwe
opo-opo kanggo sugatan, dhewekke kelingan yen isih duweni degan siji
ning pawone, degan mau banjur dijipuk lan diwenehna Ki Ageng Pemanahan,
merga saking ngelakke Ki Ageng gelem nrima degan mau banjur diombe.
Let sedela Ki Ageng teka saka tegalan,
raine katon abang mbranang merga ngerti yen degane diombe adhi
seperguruane. Dhewekke nesu marang Nyai Ageng. Nyai Ageng banjur sujud
njaluk ngapura merga klalen apa sing wis dipesenke Ki Ageng Giring yen
degan kuwi mau ora oleh diombe sapa-sapa.
Ki Ageng pemanahan golek akal piye bisane
amarah Ki Ageng Giring suda merga perkara degan sing wis kebanjur
diombe. Ki Ageng Pemanhan krasa salah banget lan njaluk ngapura karo Ki
Ageng Giring merga wis wani-wani ngombe degan mau.
Sawise amarahe Ki Ageng suda, Ki Ageng Paemanahan pamitan arep bali lan nalika kuwi dhewekke diterke Ki Ageng Giring nganti tekan Talang Tumenggung merga Ki Ageng Giring mung bisa ngaterke mnganti tekan kono.
Sawise amarahe Ki Ageng suda, Ki Ageng Paemanahan pamitan arep bali lan nalika kuwi dhewekke diterke Ki Ageng Giring nganti tekan Talang Tumenggung merga Ki Ageng Giring mung bisa ngaterke mnganti tekan kono.
Sedurunge pisah karo kakang seperguruane
Ki Ageng Pemanahan njaluk ngapura yen ana tingkahe sing bisa gawe lara
ati Ki Ageng Giring, kabeh lelakon sing wis kebanjur kedaden magepokan
karo degan sing wis diombe banyune, dhewekke ya ora ngerti, sak “sukolilone” Ki Ageng Giring dhewekke njaluk ngapura marang Ki Ageng Giring.
Lokasi Talang Tumenggung kuwi dadi saksi
pangucape Ki Ageng Giring lan Ki Ageng Pemanahan saenggo tembung
sukolilo pungkasane dadi jeneng kademangan Sukolilo, lan saya suwe merga
anane perkembangan, jeneng Kademangan diganti dadi Pemerintahan desa
sing diwenehi jeneng desa Sukolilo nganti seprene.
Senin, 10 Juni 2013
cara bikin motor balap
Bagi
pecinta motor balap pastinya menginginkan motor
yang berlari dengan kencang. Tapi jangan sembarang mengotak-atiknya,
karena salah sedikit motor anda akan mengalami masalah. Bisa-bisa motor bukan
jadi kencang tapi malah tidak bisa lari alias lemot.
Sebenarnya
dalam memodifikasi atau meningkatkan performa mesin jadi lebih kencang bisa
dilakukan sendiri. Tapi anda harus memahami bagian-bagian mesin secara detil
dan jika Anda tidak yakin dengan kemampuan Anda sendiri maka bawalah ketempat
ahlinya.
Saya akan member TIPS untuk anda
yang ingin mengorek motor sendiri jadi kenceng terutama motor 2T.
Ada beberapa uraian untuk membuat
motor anda jadi tambah kenceng dan kuat tarikannya antara lain yaitu.
1. Mengganti
Seker & memperbesar overses menjadi lebih besar kalo bias ganti seker
standard motor anda menjadi standart motor yang lain hingga harus ganti bureng
yang lebih besar.
2. Jika seker
nongol sewaktu dipasang dengan perpak 1, Pasang silinder dengan cara posisi
seker nongol 1 mm di posisi TOP depan dengan memberi perpak secukupnya dan
kemudian pasang KOP atau pasang KOP
tanpa perpak 1 PUN tapi perpak belakang harus pas dan sewaktu seker naik atau
maju kedepan posisi seker harus semepet mungkin dengan tutup KOP.
3. Bongkar
MEMBERAN, jika memberan anda hanya memiliki 1 lapis memberan tambah 1 memberan
lagi dan saat pemasangannya pasang dengan cara rapat tanpa rongga sedikitpun
disaat tanpa terkena beban serap atau dorongan angin.
4. Perbesar lubang
masuk di sisi-sisi samping, kanan, kiri dan atas dan jika pembatas lubang pada
kanan dan kiri kedudukan lubang seker masih kecil maka anda harus mengecilkan
pembatas lubang masuk tersebut dengan alat BOR dengan MATA BOR diberi kikir
hingga pembatas tersebut menjadi tipis dan halus seperti kaca.
5. Perbesar
lubang kabulasi bagian belakang dan buat lubang tersebut hingga halus.
6. Biasanya
kenalpot juga berpengaruh, jika kenalpot tidak seimbang dengan permintaan mesin
pasti mesin akan terasa kurang garang sewaktu di tarik dan jangn sampai
memasang knalpot yang tipis karena sewaktu mesin mesin ditarik dan kenalpot
tidak kuat maka knalpot akan robek atau rusak dengan sendirinya.
7. Perbesar
pengapian anda dengan mengganti KOIL anda dengan KOIL mobil.
8. Bongkar
MAGNET, buang semua SEPUL lampu hingga tersisa SEPUL CDI dan kurangi ketebalan
lempeng pembungkus MAGNET.
9. Cek kampas
kopling jika perlu tambah 1 lapis kampas kopling lagi dan ganti PER kopling
yang agak keras.
10. INGAT butuh
kejelian ketika mengotak-atik motor, butuh proses dalam mencari NAFAS yang PAS
sewaktu PENGURAIAN (MET KABULASI), motor sudah terasa kekuatannya ketika motor
dinyalakan dan di GAS dengan cara buka GAS ¼ selama 3 detik dan di sentak
sampai GAS FULL atau GAS FULL lepas GAS FULL lepas secara berulang-ulang dengan
cepat.
Silahkan mencoba, jaga keselamatan
dan jangan marah jika motor anda malah GAK BISA LARI karena
salah sedikit proses otak-atik bisa mengakibatkan motor anda
jadi SALAH KAPRAH.
BUAT
MOTOR 2T LEBIH ZWINK
Kamis, 02 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
